Juni 3, 2026

TastingRoomLI – Semua Tentang Budaya Wine

Kami Tastingroomli hadir bagi para pencinta wine di seluruh dunia dan berbagi pengetahuan tentang wine untuk pemula maupun para penikmatnya.

5 Brand Wine Bali yang Cocok Buat Oleh-Oleh

5 Brand Wine Bali yang Cocok Buat Oleh-Oleh | Selama ini kalau ngomongin wine, pikiran kita pasti langsung terbang ke kebun anggur di Prancis atau Australia. Tapi pelan-pelan dulu, Bro. Ternyata, tanah Dewata kita nggak mau kalah saing. Bali diam-diam sudah punya industri wine yang solid banget dan diakui secara internasional.

Buat lo yang lagi liburan di Bali dan bosen sama oleh-oleh yang itu-itu aja, wine lokal bisa jadi pilihan classy buat dibawa pulang. Selain rasanya yang unik karena sentuhan tropis, harganya juga jauh lebih bersahabat dibanding barang impor.

5 Brand Wine Bali yang Cocok Buat Oleh-Oleh

Ini dia 5 brand wine asli Bali yang bakal bikin koleksi di rumah makin kece:

1. Sababay: Dari Petani Buleleng untuk Dunia

Kalau lo cari wine yang punya misi sosial, Sababay adalah jagoannya. Lahir tahun 1993, nama mereka diambil dari Teluk Saba di Gianyar. Kerennya, Sababay kerja sama langsung sama petani lokal di Buleleng buat menyulap anggur tropis jadi minuman berkelas.

Kalau lo suka yang segar dan girly buat dikasih ke pasangan, Sababay Pink Blossom itu pilihan aman. Tapi kalau mau yang agak serius, coba Reserve Red-nya. Oya, mereka juga punya tur pabrik (Winery Tour) kalau lo pengen liat proses produksinya secara langsung.

2. Hatten Wines: Si Pemain Senior yang Legendaris

Bisa dibilang, Hatten Wines adalah bapaknya wine di Bali. Sejak 1994, mereka udah konsisten banget ngolah anggur asli Bali Utara. Rasanya? Khas banget! Ada vibes tropis yang nggak bakal lo temuin di wine Eropa.

Varian Aga White atau Tunjung Brut Sparkling sering banget jadi langganan hotel-hotel bintang lima di Bali. Kualitasnya nggak perlu diraguin lagi karena mereka udah sering bawa pulang medali dari kompetisi internasional. Original Bali pride!

3. Plaga Wine: Gaya Internasional, Produksi Lokal

Nah, kalau Plaga Wine ini pendekatannya agak beda. Mereka “jemput bola” dengan mengimpor biji anggur terbaik dari Chili dan Australia, tapi semua proses fermentasi sampai pembotolannya dilakukan di Desa Plaga, Badung.

Hasilnya adalah wine dengan karakter internasional tapi harganya lokal. Desain botolnya yang minimalis dan modern bikin Plaga cocok banget jadi kado. Cobain Sauvignon Blanc-nya yang crispy dan segar, cocok banget diminum pas lagi santai sore.

4. Isola Wine: Sentuhan Klasik Italia di Tanah Buleleng

5 Brand Wine Bali yang Cocok Buat Oleh-Oleh

Buat lo yang seleranya agak high-end dan suka hal-hal organik, Isola Wine wajib dilirik. Berdiri tahun 2012, Isola bawa teknologi dan teknik fermentasi ala Italia ke Buleleng. Mereka sangat menjaga kualitas tanah dan proses budidaya anggurnya.

Produk kayak Isola Rosso atau Isola Moscato Dolce bener-bener punya finishing yang halus. Isola itu ibarat perpaduan antara tradisi Eropa dan kehangatan matahari Bali. Sophisticated banget buat dibawa pulang sebagai buah tangan.

5. Baliwein: Eksplorasi Rasa di Luar Anggur

Bosan sama anggur? Tenang, Baliwein punya solusinya. Sejak 2002 di Tabanan, mereka berani tampil beda dengan memproduksi wine dari buah-buahan tropis selain anggur. Ini adalah alternatif buat lo yang pengen eksplorasi rasa baru yang “Indonesia banget”.

Baliwein membuktikan kalau wine itu nggak harus selalu soal anggur. Inovasi mereka bikin dunia minuman fermentasi di Indonesia jadi lebih berwarna dan nggak monoton.

Pro-Tips Biar Wine Aman Sampai Rumah:

  • Packing Is Key: Jangan pelit sama bubble wrap. Masukin ke dalam koper di antara tumpukan baju biar nggak pecah kena guncangan.

  • Aturan Pesawat: Biasanya maksimal 2 liter (sekitar 2-3 botol) buat dibawa masuk ke bagasi pesawat domestik, tapi cek lagi aturan maskapai lo ya.

  • Suhu Penyimpanan: Begitu sampai rumah, simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari matahari langsung biar rasanya nggak berubah.

Membeli wine lokal itu bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi juga cara kita apresiasi hasil bumi dan kreativitas anak bangsa. Jadi, mana nih yang bakal lo bungkus duluan?

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.